Tahun 2014 adalah tahun politik. Soal siapa yang bakal jadi anggota dewan dan presiden, gw minat. Tapi klo nontonin debat kusir yg sibuk masing-masing pertahanin pendapat subjektif mereka...gw bye. Meskipun gw adalah mahasiswa magister ilmu hukum...tp ketahuilah, poitik dan hukum kadang mnrt gw seperti mantan pacar, gak cocok tp kadang masil saling membutuhkan.
Di televisi, media cetak, bahkan pohon pohon, mereka rajin mengiklankan diri...dari mulai ex model majalah syur, penyanyi dangdut, presenter, pemain sinetron, dan bentuk bentuk artis lainnya lah. Seperti gelombang trend, mereka berbondong-bondong gak mau ketinggalan.
Prinsip gw, kalo kamu gak andil jangan coment, klo kamu ga mengerti benar suatu permasalahan..mending jangan coment.. sama hal nya dengan ini. Kita ga bisa ya lihat dia seorang mantan model porno lalu kita beranggapan dia gak bisa mewakili kita di gedung dewan. Liat aja Syaiful Jambrong SH..di sebuah televisi swasta, jadi juri di sebuah acara kompetisi dangdut. Dalam bidang yang seharusnya dia lebih paham, musik dangdut, seharusnya dia punya komentar yang lebih manfaat, ditambah dia SH lhoo...nyatanya??
Sebaliknya begitulah mantan model porno yang akan mencaleg..belum tentu dia gak mampu. kita ga bisa nge-judge sembarangan pada hal yang kita tidak tau...
Artis yang ada-ada sudah pernah duduk menjadi anggota dewan...ada kok yang yang setelah berguru disana beberapa tahun sekarang sudah bisa berargument dengan bahasa yang canggih dan intelek. berubah lah...menurut suaminya dia juga berubah, makanya terus kemudian bercerai. upss....oke stop infotainment.
Nah...pada intinya begini...
Artis atau bukan..siapa pun dia, ketika dia akan mencalonkan diri sudahkan dia tau dia mencalonkan diri sebagai apa? yaitu sebagai anggota legislatif. Mereka sering kali kampanye dan memberikan janji janji akan merubah nasib rakyat, akan membangun daerah konstituen mereka..
Pertanyaannya, taukah mereka gimana caranya? Modal niat baik saja gak cukup untuk bisa merubah indonesia, untuk bisa memajukan bangsa kita ini. Mereka harus tau, ketika akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, tugas dan kewajibannya apa, bagaimana cara kerjanya, ngapain aja disana?
Di SMP bahkan sudah diajarkan kalo anggota legislatif itu ya fungsi utamanya sebagai legislator, yaitu pembuat undang-undang. Undang-undang yang melindungi rakyat, demi kepentingan umum, bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Untuk membuat sebuah undang-undang Hak Cipta saja misalnya, dia harus memperhatikan minimal 4 hal: 1) struktur badan UU itu bagaimana, bagian depan ada penjelasan umum, terdiri dari beberapa bab, ada ketentuan umum sampai dengan sanksi. 2)mengindikasi adanya kalimat-kalimat yang di kemudia hari bisa menimbulkan masalah, misalnya pembajakan adalah penggandaan keping digital suatu karya cipta film , bagaimana dengan download ilegal di internet yang banyak tersedia. diperlukan kejelian dan pengetahuan 3)era globalisasi mengharuskan kita tunduk pada bebera konvensi internasional, sehingga peraturan-peraturan kita harus disesuaikan dengan konvensi tersebut. konvensi yg mana?tahukah? 4)kebanyakan peraturan di indonesia itu request dari negara adi daya..karena ketergantungan kita secara finansial, dan copy paste dari undang-undang sejenis dari negara luar. apakah sama undang-undangnya cocok diterapkan pada kultur negara indonesia? emangnya kultur Indonesia itu bagaimana?
PR banget kan buat undang-undang itu...dan itulah tugas utama anggota legislatif. Sekarang gw gak mau liatlah latar belakang caleg itu darimana dari apa...tapi apakah mereka merasa sanggup melakukan tugas macam begitu? kalo mereka gak paham masalah begituan..dan hanya mengandalkan staf ahli, akan banyak undang-undang kita yang justru akan merugikan rakyat, syarat akan kepentingan golongan tertentu saja. dengan begitu apakah mereka bisa merealisasikan niat baik mereka membangun bangsa? memajukan Indonesia? bukannya malah sebaliknya ya? modal niat saja gak cukup....
Ketika suatu urusan diserahkan kepada yang tidak ahli...maka tunggulah waktu kehancurannya.
did u ever hear something like that?
200juta lebih rakyat Indonesia...hanya sebagian kecil yang mengerti apa sebenarnya masalah negara ini. sebagian besar sisanya...mereka akan ikut kemana kapal besar bernama Indonesia ini akan berlayar tanpa perlawanan. bahkan ketika diajak karam...mereka tidak sadar. Sanggupkah memikul beban sebarat itu?
Jadi anggota legislatif bukan sekedar trend, bukan sekedar lahan mencari rezeki, bukan sekedar panggilan nurani, bukan sekedar ingin merubah bangsa...
Realistisnya menjadi seorang anggota legislatif adalah pekerjaan membuat undang-undang yang mewakili kepentingan rakyat, untuk rakyat....bebaskan dari pasal-pasal titipan para penguasa untuk kepentingan pribadi, bebaskan dari jajahan luar negeri. Itu sebuah pekerjaan bukan sekedar duduk hadir di ruang sidang.
Indonesia tidak bisa menunggu kamu belajar, gedung dewan bukan sekolahan.
mungkin ini sedikit terlambat....9 April sudah lewat, dan hasil pemiluleg sebentar lagi akan diumumkan..
siapa pun yang yg nanti akan terpilih, ini sudah terlanjur...dan lagi ini bukan maklumat berkuasa yang mampu dipatuhi.Ini hanya sebuah tulisan.
Minimal...berbuatlah maksimal, demi Bangsa Indonesia, jangan demi yang lain...
Semoga kita masih bisa jauh berlayar....hidup Indonesia Raya.
ps: mungkin mereka lebih baik drpd anak muda berpotensi tapi berpangku tangan. atau mungkin kita harus berhenti berpangku tangan?? mungkin ini hanya angin lalu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar